Selasa, 25 Januari 2011

Berpikir dan Berjiwa Besar



Berpikir merupakan salah satu tanda orang-orang yang yang beriman, sedangkan berjiwa besar adalah salah satu ciri orang-orang yang sukses. Satu permasalahan yang patut dikedepankan adalah: mampukah kita berpikir dan berjiwa besar? Jawabannya: “Mampu”, selama kita punya keinginan untuk merubah diri. Hal ini sesuai dengan firman ALLAH QS Ar-Ra’d 13: 11. artinya:

“ Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan mereka sendiri.”

Ada 13 tips yang perlu dilakukan agar dapat berpikir dan berjiwa besar. Berikut:

Pertama, percaya Anda dapat berhasil dan Anda akan berhasil. Untuk itu Anda perlu berpikir sukses, jangan memikirkan kegagalan; ingatkan diri bahwa Anda jauh lebih baik daripada yang Anda pikirkan.

Kedua, sembuhkan diri Anda dari empat penyakit dalih mencakup dalih kesehatan, dalih kecerdasan, dalih usia, dan dalih nasib.

Ketiga, bangun rasa percaya diri dan hancurkan ketakutan dengan membiasakan diri bertindak; menghindari pikiran negatif; menempatkan orang lain dalam perspektif yang benar; mengikuti kata hati; dan menunjukkan sikap percaya diri, benar-benar percaya diri dengan melakukan hal-hal kecil seperti selalu duduk di barisan depan, kontak mata, berjalan 25% lebih cepat, berbicara terus terang, dan tersenyum lebar.

Keempat, tumbuhlah menjadi besar dengan berpikir besar. Gunakan kosa kata pemikir besar. Gunakan kalimat yang menjanjikan kemenangan, harapan, kebahagiaan, dan kesenangan; hindari kata-kata yang menghasilkan gambaran kegagalan, kekalahan atau kesengsaraan. Bentangkan visi Anda. Lihat potensi jangan hanya terfokus pada yang nampak. Dapatkan gambar besar dari pekerjaan Anda. Jangan memikirkan hal-hal sepele.

Kelima, berpikir kreatif dengan cara membuang kata “tidak mungkin,” “tidak dapat dikerjakan,” “tidak ada gunanya mencoba,” dari pikiran dan pembicaraan Anda. Terbukalah terhadap gagasan baru. Tanya setiap hari, “Bagaimana saya dapat bekerja lebih baik?” “Bagaimana saya dapat bekerja lebih banyak?” Barbaurlah dengan orang-orang dengan latar belakang berbeda.

Keenam, berpikirlah sebagaimana orang penting berpikir. Pastikan penampilan Anda mengatakan, “Ini dia orang penting, pandai, berhasil, dan dapat diandalkan.

Ketujuh, atur lingkungan Anda, gunakan selalu yang kelas satu. Jangan biarkan orang berpikiran kecil menghalangi Anda. Dapatkan nasihat hanya dari orang sukses, jangan menerima nasihat dari penasihat freelance yang hidup dalam kegagalan. Jangan berbicara buruk mengenai siapapun.

Kedelapan, jadikan sikap Anda sekutu Anda. Tumbuhkan sikap “saya aktif.” Jika Anda mendapatkan diri Anda tidak begitu berminat akan sesuatu, galilah lebih dalam dan pelajari lebih banyak mengenai hal tersebut.

Kesembilan, berpikir benar tentang orang lain. Jadilah orang yang me-nyenangkan. Ambil inisiatif untuk ber-kenalan dan membina persahabatan. Terima perbedaan dan keterbatasan manusia. Berpikir positif tentang siapapun, apa pun, termasuk Tuhan.

Kesepuluh, tumbuhkan kebiasaan bertindak. Jadilah pelaku, bukan hanya penonton. Ingat, gagasan bagus akan bernilai hanya kalau ditindak-lanjuti. Gunakan tindakan untuk mengatasi rasa takut dan membangun rasa percaya diri.

Kesebelas, mengubah kekalahan menjadi kemenangan. Pelajari setiap kesalahan dan kelemahan Anda, kemudian perbaiki. Berhenti menyalahkan nasib. Gabung ketekunan dan eksperimen. Tetaplah pada cita-cita Anda, tapi jangan benturkan kepala Anda ke dinding.

Keduabelas, gunakan tujuan untuk membantu Anda tumbuh. Tetapkan secara jelas ke mana Anda ingin pergi. Ciptakan gambaran Anda sepuluh tahun dari sekarang. Tuliskan rencana sepuluh tahun Anda. Hidup Anda terlalu penting untuk diserahkan kepada nasib. Tuliskan apa yang ingin Anda capai dalam bidang pekerjaan, keluarga, dan sosial Anda. Kembangkan tujuan 30 hari. Lakukan investasi pada diri Anda sendiri.

Ketigabelas, berpikir seperti pemimpin. Bertukar pikiranlah dengan orang-orang yang ingin Anda pengaruhi. Sebelum bertindak, tanya “Apa yang kupikirkan mengenai hal ini jika aku bertukar tempat dengan orang lain?” Terapkan aturan “manusiawi” dalam berhubungan dengan orang lain. Tanya, “Apakah cara paling manusiawi untuk mengatasi hal ini?” dalam segala sesuatu, tunjukkan bahwa Anda mengutamakan orang lain. Perlakukan orang lain sebagai-mana ia ingin diperlakukan. Pikirkan kemajuan, percaya pada kemajuan, dan dorong kemajuan. Gunakan kesendirian untuk berdialog dengan diri sendiri.

Berpikir dan berjiwa besar menjadi tantangan buat kita semua. Semoga 13 tips ini dapat berguna buat saya pribadi dan pembaca umumnya. Amin


Minggu, 09 Januari 2011

KESUKSESAN


Sering sekali kita mendengar kata sukses atau sebuah kesuksesan, kadang-kadang hal ini sudah membuat anda takut. Karena sepertinya makna dari kesuksesan dan sukses tadi sangat amat mendalam sehingga banyak orang takut bergerak ke jalan kesuksesan tadi. Sukses, bagi kebanyakan orang hanyalah impian saja atau hanya sebuah angan-angan dan hal itu jauh dari pikiran. Namun nanti dulu, saya berkata begitu bukan berarti tidak ada orang yang sukses. Sebagian orang memang ada yang hidupnya terus mendapatkan kesuksesan.
Kalau Saya sendiri, sering bertanya kepada hati saya sendiri, “kapankah saya bisa sukses seperti si X?”. Saking pengennya saya ini sukses kadang-kadang muncul juga pertanyaan “kenapa ya saya belum sukses ? apakah kurang usaha saya selama ini ?. Pertanyaan itulah yang terkadang ada di benak saya.
Padahal, ternyata dalam suatu buku yang membahas tentang sukses, sukses itu bukanlah hal yang perlu kita takuti, sesuatu yang sangat besar dan sangat sulit untuk diraih. Kesuksesan itu ada di depan mata kita setiap detiknya. Hanya saja, kita sering disibukkan oleh berbagai hal yang terjadi di sekitar diri kita yang justru hal tadi menjauhkan kita dari“kesuksesan” tadi. Berbagai hal disekitar kita yang seringkali menghalangi kita untuk sukses adalah urusan-urusan yang seharusnya tidak begitu penting kita jadikan menjadikannya sebagai urusan penting.  Hal itulah yang seringkali membuat kesuksesan kita yang di depan mata menjadi melayang entah kemana.
 Kesuksesan menurut saya bukan hanya punya rumah sepuluh buah, tiap bulan mendapatkan 10 cek dengan nilai 4 sampai dengan 5 digit atau punya 10 mobil dalam garasi rumah kita. Kesuksesan sendiri jika menurut saya adalah saat kita dapat menemukan sebuah kedamaian dan kebahagian  dan saat kita melakukan hal-hal yang kita cintai. Banyak orang menganggap si X sukses dikarenakan memiliki 10 rumah, 10 perusahaan dan 10 mobil tapi dibalik semua kekayaannya itu belum tentu terdapat kesuksesan didalamnya. Orang sukses tidak selalu orang kaya dan banyak uang. Karena banyak juga kita temui bagaimana orang yang punya 10 perusahaan dan 10 rumah serta 10 mobil, tidak pernah mendapatkan sebuah kedamaian dan kebahagiaan dalam hidupnya. Nah sekarang apakah anda masih takut untuk mengejar kesuksesan ? Kesuksesan sebenarnya terletak saat hati kita bahagia karena sesuatu hal.
Yuk kita kejar kebahagiaan hati kita masing-masing  !!! entah itu dapat earning banyak, entah itu dalam bentuk anda menulis uneg-uneg anda di blog anda yang penting adalah saat ini Happy

INDUSTRIALISASI


Proses industrialisasi yang sedang berlangsung di Indonesia akan membawa perubahan besar pada struktur lapisan sosial masyarakatnya. Masyarakat yang terbiasa hidup pada sektor pertanian akan beralih ke sektor industri. Perubahan struktur sosial ekonomi ini akan mempengaruhi tata nilai dalam bermasyarakat. Tata nilai adalah tolak ukur bagi terbentuknya pelapisan sosial bagi masyarakat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pelapisan seseorang pada masyarakat industri akan ditentukan oleh kriteria berikut, yaitu jenis pekerjaan, pendapatan, pendidikan dan kelahiran.
Jenis pekerjaan seseorang merupakan salah satu faktor dalam menentukan kedudukan atau status. Pada masyarakat industri, jenis pekerjaan seseorang sangat dihargai.
Sejalan dengan perkembangan industri di Indonesia, banyak pekerjaan yang berstatus rendah tanpa keahlian digantikan oleh mesin-mesin industri. Akibatnya, lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja tanpa keahlian terdesak ke sektor non industri. Akhirnya, mereka beralih ke sektor nonformal, seperti buruh kontrak, pembantu rumah tangga, pedagang musiman, dan pekerjaan yang tanpa membutuhkan keahlian. Berdasarkan tata nilai masyarakat industri yang berpatokan pada keterampilan yang dimiliki individu sebagai tolak ukur lapisan sosial, maka mereka ini merupakan lapisan di dalam masyarakat.
Dalam kelas ekonomi, penduduk akan digolongkan ke dalam tiga golongan, yaitu:
1.      Kelas atas merupakan golongan masyarakat yang menduduki tempat teratas, misalnya pengusaha, pejabat tinggi, ataupun para pemilik modal besar.
2.      Kelas menengah adalah kelas yang diduduki oleh masyarakat yang berada di tengah, misalnya tenaga ahli, manajerial tingkat menengah, karyawan, staf, ataupun pegawai menengah.
3.      Kelas bawah adalah golongan masyarakat yang berada pada lapisan paling bawah, misalnya pekerja sektor informal, pekerja setengah terampil, dan buruh kasar.

BERSOSIALISASI


Bersosialisasi adalah suatu proses dimana setiap individu manusia mempelajari, menerima dan menyesuaikan diri dengan berbagai unsur kebudayaan dalam masyarakat, seperti adat istiadat, nilai, norma, perilaku, bahasa, dan sebagainya. Bersosialisasi berlangsung sejak seseorang masih bayi sampai orang tersebut meninggal.
Tujuan orang bersosialisasi adalah memberikan keterampilan untuk bekal kehidupannya kelak di masyarakat, untuk pengendalian fungsi organ tubuh dan agar mampu berkomunikasi secara efektif serta mampu mengembangkannya. Setiap individu harus dibiasakan dengan nilai-nilai dan kepercayaan.
Proses bersosialisasi dibagi menjadi beberapa tahap yaitu
1.      tahap persiapan : Pada tahap ini anak pertama kali mengenal nilai dan norma dari orang-orang yang ada di sekitarnya,seperti ibu, ayah, saudara, kakek, dan nenek.
2.      tahap meniru : pada tahap ini anak sudah mulai meniru peranan yang dijalankan oleh orang lain.
3.      tahap siap untuk bertindak : pada tahap ini anak sudah dianggap mulai mampu untuk menjalankan peran yang seharusnya dibawakan oleh orang lain.
4.      Tahap menerima norma : pada tahap ini anak sudah dewasa.
Faktor penghambat bersosialisasi yaitu
·         Kesulitan dalam berbahasa yang bisa disebabkan oleh bicara gagap,bibir sumbing,pendiam dan kurang menguasai.
·         Perbedaan golongan,status,pendidikan dan  kondisi sosial ekonomi.
Agen-agen bersosialisasi yaitu keluarga, kelompok sebaya atau teman sepermainan, sekolah, lingkungan kerja dan media massa.
Bentuk bersosialisasi dibagi menjadi dua macam yaitu Sosialisasi primer dimana individu mulai mengenal lingkungan sosialnya terjadi ketika seorang individu berumur 0-4 tahun, Sosialisasi sekunder terjadi setelah sosialisasi primer berlangsung dan lingkungan berperan mempengaruhi.
Saya mendapatkan ide/referensi dari membaca buku pelita sosiologi
Bersosialisasi adalah suatu proses dimana setiap individu manusia mempelajari, menerima dan menyesuaikan diri dengan berbagai unsur kebudayaan dalam masyarakat, seperti adat istiadat, nilai, norma, perilaku, bahasa, dan sebagainya. Bersosialisasi berlangsung sejak seseorang masih bayi sampai orang tersebut meninggal.
Tujuan orang bersosialisasi adalah memberikan keterampilan untuk bekal kehidupannya kelak di masyarakat, untuk pengendalian fungsi organ tubuh dan agar mampu berkomunikasi secara efektif serta mampu mengembangkannya. Setiap individu harus dibiasakan dengan nilai-nilai dan kepercayaan.
Proses bersosialisasi dibagi menjadi beberapa tahap yaitu
1.      tahap persiapan : Pada tahap ini anak pertama kali mengenal nilai dan norma dari orang-orang yang ada di sekitarnya,seperti ibu, ayah, saudara, kakek, dan nenek.
2.      tahap meniru : pada tahap ini anak sudah mulai meniru peranan yang dijalankan oleh orang lain.
3.      tahap siap untuk bertindak : pada tahap ini anak sudah dianggap mulai mampu untuk menjalankan peran yang seharusnya dibawakan oleh orang lain.
4.      Tahap menerima norma : pada tahap ini anak sudah dewasa.
Faktor penghambat bersosialisasi yaitu
·         Kesulitan dalam berbahasa yang bisa disebabkan oleh bicara gagap,bibir sumbing,pendiam dan kurang menguasai.
·         Perbedaan golongan,status,pendidikan dan  kondisi sosial ekonomi.
Agen-agen bersosialisasi yaitu keluarga, kelompok sebaya atau teman sepermainan, sekolah, lingkungan kerja dan media massa.
Bentuk bersosialisasi dibagi menjadi dua macam yaitu Sosialisasi primer dimana individu mulai mengenal lingkungan sosialnya terjadi ketika seorang individu berumur 0-4 tahun, Sosialisasi sekunder terjadi setelah sosialisasi primer berlangsung dan lingkungan berperan mempengaruhi.
Saya mendapatkan ide/referensi dari membaca buku pelita sosiologi